
Ada lebih dari 4.000 cabang KFC di China.
Media China mengkritik protes anti-Amerika Serikat yang digelar di depan sejumlah restoran KFC di berbagai tempat di China sebagai aksi nasionalisme yang berlebihan yang juga 'mencoreng negara'.
Para demonstran mengungkapkan kemarahan atas keputusan Mahkamah Arbitrase yang menolak klaim teritorial China atas Laut China Selatan.
Kasus sengketa Laut China Selatan tersebut dibawa oleh Filipina, yang merupakan sekutu AS.
Restoran cepat saji KFC memiliki cabang lebih dari 4.000 di China dan seringkali dilihat sebagai lambang dari pengaruh AS di negara tersebut.
- Siapa yang lebih berjasa bagi Cina, Mao atau KFC?
- KFC Cina dituduh pakai daging ayam berkaki delapan
- Cina serukan Filipina abaikan putusan Mahkamah Arbritase
Aksi ini digelar beberapa kelompok kecil demonstran yang awalnya berkumpul di restoran KFC di Hebei sebelum menyebar ke wilayah-wilayah lain seperti Changsha dan Hangzhou, seperti dilaporkan dari media.

Spanduk yang bertuliskan, "Keluar dari Cina, Kentucky dan McDonalds."

Aparat polisi terlihat sedang berjaga-jaga pada saat protes berlangsung.
Para demonstran meneriakkan kata-kata mengecam AS dan memampangkan spanduk dengan tulisan 'Keluar dari China, KFC dan McDonalds'.
Dalam beberapa video protes yang diunggah di media sosial setempat,Sina Weibo , polisi terlihat berjaga-jaga di tempat lokasi.
Kantor berita setempat, Xinhua , mengatakan, "Ini bukan jalan terbaik untuk mengekspresikan patriotisme."
Sementara surat kabar The China Daily menyatakan, "Inginnya menjadi patriot, tapi patriotisme berlebihan, mereka yang mencoreng kesetiaan terhadap negeri."
Surat kabar China Daily dan People's Daily mengatakan polisi dan lembaga-lembaga media menyerukan perlu adanya 'patriotisme yang rasional'.
China menerapkan larangan atas protes yang tidak mendapat izin dari pihak berwenang.
(nwk/nwk)










































