Kajian yang dilakukan oleh Queen's University Belfast menyebutkan bahwa SMS yang dikirim oleh sekolah-sekolah juga bisa mengurangi para siswa bolos sekolah.
Program penelitian tersebut melibatkan sebanyak 15.697 siswa di 29 sekolah Inggris. Para siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini berasal dari kelas 7, kelas 9 dan kelas 11.
Seluruh siswa tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berisi siswa yang orang tuanya dikirimkan SMS dari pihak sekolah, sedangkan kelompok kedua terdiri dari para siswa yang orang tuanya tidak dikirimkan SMS sama sekali dari pihak sekolah.
- Cara mengajar matematika di Asia akan diterapkan di Inggris
- Mencegah kekerasan seksual lewat pendidikan
- Kakek 68 tahun kembali masuk sekolah

Penelitian melibatkan 15.697 siswa sekolah menengah.
SMS dari pihak sekolah kepada para orang tua siswa dari kelompok pertama dikirimkan seminggu sekali selama masa sekolah, sejak tahun ajaran 2014 hingga tahun ajaran selanjutnya.
Secara keseluruhan, ada sekitar 30 SMS yang dikirimkan ke orang tua siswa sepanjang tahun selama program ini berlangsung.
Pesan dalam SMS tersebut berisi tentang jadwal ujian, teguran pekerjaan rumah yang belum diselesaikan, serta uraian tentang apa yang sudah dipelajari oleh para siswa pada hari-hari tertentu.
Hal ini bertujuan agar para orang tua dan siswa bisa membahas soal sekolah di rumah mereka masing-masing.
Para peneliti melakukan tes dasar untuk menentukan kemampuan murid pada awal tahun dan menggunakan sejumlah angka dariNational Pupil Database untuk menentukan kemajuan mereka.
Hasilnya kelompok murid yang orang tuanya dikirimi SMS dari pihak sekolah memiliki "dampak yang sangat kecil, positif, namun signifikan secara statistik", terutama dalam bidang mata pelajaran matematika dan absensi, dibanding kelompok siswa yang orang tuanya tidak dikirimi SMS.
Para peneliti melihat dampak intervensi itu tidak signifikan secara statistik dalam mata pelajaran bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan alam.

SMS-SMS yang dikirimkan kepada para orang tua murid membantu meningkatkan prestasi siswa, khususnya dalam mata pelajaran matematika, sebut penelitian ini.
Laporan itu menyebutkan, para siswa dikenakan biaya sekitar Pound 6 (Rp105.340) selama setahun untuk pengiriman SMS ini.
Sangat efisienPenelitian ini adalah salah satu dari serangkaian program didanai oleh Education Endowment Foundation.
Direktur EEF Sir Kevan Collins mengatakan program yang "sederhana dan murah" ini bisa menjadi "program yang jauh lebih baik untuk sekolah-sekolah" dibanding membujuk para orang tua untuk menghadiri kelas-kelas pengasuhan yang berlangsung di sekolah-sekolah, terutama di sekolah menengah pertama.
Malcolm Trobe, sekjen interim Association of School and College Leaders , sepakat bahwa penggunaan SMS dan media sosial bisa menjadi "cara yang sangat efisien untuk berkomunikasi dengan para orang tua".
Trobe sangat terkesan dengan pengaruh pengiriman SMS pada absensi murid yang ditunjukkan dalam uji coba tersebut.
Dia mengatakan sekolah-sekolah bisa menjalankan dan mengembangkan program ini, selama sistem itu mudah dijalankan dan tidak dikenakan biaya berlebih atau menambah beban kerja para guru. (nwk/nwk)











































