
Umat muslim yang mengikuti perayaan Idul Fitri berasal dari Timor Leste, Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura.
Perayaan Idul Fitri di negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu berlangsung sederhana. Di Dili, perayaan berpusat di Masjid An Nur, yang merupakan tempat ibadah umat muslim terbesar di ibu kota Timor Leste tersebut.
Ketua Yayasan Masjid An Nur, Muhamad Anwar da Costa, mengaku gembira bahwa Idul Fitri dapat berlangsung dengan suasana aman.
"Mendapatkan kemenangan tanpa ada gangguan, hambatan, dan halangan," kata Anwar, sebagaimana dikutip wartawan asal Timor Leste, Amito Konusere Araujo.
- Masjid dan gereja yang berdampingan di Kupang jaga toleransi saat ramadan
- Indahnya Ramadan di mata pendeta Yahudi dan Kristen
- Ramadan adalah jihad, pengalaman warga Inggris yang masuk Islam

Perayaan Idul Fitri dipusatkan di Masjid An Nur, Dili.
Ketika perayaan berlangsung, berbagai hidangan siap disantap. Jenis masakannya pun bervariasi karena umat muslim yang berpartisipasi tak hanya dari Timor Leste, tapi juga dari Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura.
Sejumlah orang yang berkumpul di Masjid An Nur mengatakan toleransi antarumat beragama di Timor Leste sangat tinggi, khususnya saat bulan Ramadan.
Data pemerintah Timor Leste menunjukkan, sebanyak 90% penduduk merupakan pemeluk Katolik. Adapun 10% lainnya beragama Kristen dan Islam.
(hri/hri)










































