Peran Inggris Pada Invasi Irak 'Dikecam Keras'

Peran Inggris Pada Invasi Irak 'Dikecam Keras'

BBC World - detikNews
Kamis, 07 Jul 2016 08:37 WIB
Peran Inggris Pada Invasi Irak Dikecam Keras
Jakarta -
chilcot

Sir John Chilcot mengatakan kebijakan terhadap Irak didasarkan data intelijen yang cacat dan penilaian yang tidak pernah dipertanyakan.

Pimpinan penyelidikan Inggris terkait perang Irak, Sir John Chilcot, menyampaikan kesimpulan yang mengecam keras peran Inggris dalam invasi pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2003.

Saat menyampaikan temuan penyelidikan, Sir John Chilcot, mengatakan Inggris memilih untuk bergabung melakukan invasi sebelum jalan keluar damai untuk melucuti Irak telah ditempuh sepenuhnya.

Dia mengatakan sekarang jelas bahwa kebijakan terhadap Irak didasarkan data intelijen yang cacat dan penilaian yang tidak pernah dipertanyakan.

Chilcot mengatakan Irak bukanlah ancaman segera, dan penilaian tentang risiko senjata pemusnah massal Irak yang disampaikan sebagai suatu kepastian, sama sekali tidak berdasar.

Dia menambahkan perdana menteri Inggris saat itu, Tony Blair, berperang bersama-sama dengan AS agar sejajar dengan sekutu utamanya.

Tetapi Blair tidak mendesak Presiden George W Bush terkait jaminan pasti rencana Amerika.

Perdana menteri David Cameron mengatakan hal ini adalah pelajaran yang harus dikaji untuk masa depan dan semua pihak yang mendukung aksi militer di Irak harus turut merasa bersalah.

Yang terbaik
blair

Blair meminta masyarakat Inggris untuk menerima apa yang telah dilakukannya, apa yang dirinya pikir yang terbaik saat itu.

Menjawab temuan penyelidik, Blair mengatakan dirinya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesalahan apa pun tanpa kecuali dan tanpa alasan apa pun.

Tetapi dia meminta masyarakat Inggris untuk menerima apa yang telah dilakukannya, apa yang dirinya pikir yang terbaik saat itu.

Blair mengatakan dia masih meyakini dunia lebih baik tanpa Saddam Hussein, dan biaya kemanusiaannya lebih besar jika Saddam dibiarkan berkuasa.

Keluarga tentara Inggris yang tewas di Irak menyatakan kemarahan mereka terkait keputusan Blair berperang di Irak.

Laporan Chilcot yang disiapkan selama tujuh tahun ini mencakup kajian hampir sepuluh tahun keputusan kebijakan pemerintah Inggris dari tahun 2001 sampai 2009.

Lebih 200 warga Inggris tewas karena perang Irak, sementara sampai tahun 2009 paling sedikitnya 150.000 warga Irak yang meninggal, lebih satu juta orang harus mengungsi.

(hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads