
Ali Haider Gilani dibebaskan dalam operasi militer di Afghanistan.
Putra mantan Perdana Menteri Pakistan, Yusuf Raza Gilani, untuk pertama kalinya membeberkan kisahnya berada dalam sekapan al-Qaida selama tiga tahun.
Dalam wawancara dengan BBC, ia mengatakan bahwa al-Qaida mengatakan kepadanya bahwa penculikannya merupakan pembalasan terhadap ayahnya, Yusuf Raza Gilani.
"Ayah saya menjabat sebagai perdana menteri, dan ia menjadi perdana menteri ketika pemimpin mereka, Osama Bin Laden, dibunuh," katanya.
Menteri Pakistan, Yusuf Raza Gilani, berkuasa ketika pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan operasi untuk menangkap Osama bin Laden yang bersembunyi di Pakistan.

The son of former Pakistani prime minister Yousaf Raza Gilani, Ali Haider Gilani (C), is escorted by Afghan Special Forces personnel from an Afghan National Army helicopter at the Ministry of Defence in Kabul on May 11, 2016.Image copyrightGETTY IMAGES Image caption "Gilani, Anda akan pulang" kata pasukan AS kepada Gilani setelah berhasil dibebaskan.
Ditambahkan oleh Ali Haider Gilani, ia tidak mengalami penyiksaan fisik tetapi para penculik bertekad melumpuhkan kondisi mentalnya. Ia membuat catatan harian untuk membantunya tetap waras.
"Saya dirantai selama dua tahun, dan saya tak diperbolehkan melihat langit selama satu tahun dua bulan. Saya benar-benar lupa bagaimana rasanya sinar matahari mengenai kulit saya. Saya biasanya mengikuti pergerakan waktu. Saya biasanya menuliskan perasaan saya dan apa yang saya lakukan. Jadi mungkin itu yang membuat saya tetap waras."
Ali Haider Gilani diselamatkan bulan lalu melalui operasi gabungan Amerika-Afghanistan di Provinsi Paktika, Afghanistan.
Ia diculik di kota kelahirannya di Multan, Pakistan pada 2013 ketika berkampanye untuk menjadi anggota parlemen tingkat provinsi.
(nwk/nwk)










































