Serangan Udara di Raqqa Menewaskan 18 Warga Sipil

Serangan Udara di Raqqa Menewaskan 18 Warga Sipil

BBC World - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 18:45 WIB
Jakarta -
Raqqa

Konflik bersenjata di Suriah belum menunjukkan tanda-tanda selesai.

Setidaknya 18 warga sipil terbunuh dalam serangan udara di markas besar kelompok milisi ISIS di Kota Raqqa, Suriah.

Puluhan orang juga terluka dalam serangan pada Selasa tersebut, menurut lembaga pemantau HAM Suriah. Belum diketahui siapa yang melancarkan serangan itu, kendati sebuah kelompok menunjuk pesawat tempur Rusia sebagai pelakunya.

Terjadi serangan udara lanjutan di Raqqa pada Rabu (22/06), tapi kali ini dilaporkan dilakukan oleh koalisi AS.

Belum ada laporan korban jatuh dari serangan ini yang antara lain mengenai juga gedung pemerintah kota.

Lembaga pemantau HAM Suriah melaporkan serangan udara di Raqqa pada Selasa ini menargetkan beberapa daerah di kota yang dikuasai ISIS sejak awal 2014.

Serangan AS
Raqqa

Pejuang Kurdin mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Enam anak termasuk korban yang tewas, kata kelompok pengamat dari Inggris tersebut, dan jumlah korban tewas kemungkinan meningkat karena banyak korban terluka dalam kondisi kritis.

Kelompok pegiat anti-ISIS, Raqqa is Being Slaughtered Silently (RBSS), menulis daftar nama 18 orang -termasuk dua anak- yang tewas dan 28 terluka dalam ketiga serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia pada Selasa.

RBSS mengatakan setidaknya satu serangan udara menargetkan lokasi yang banyak ditempati oleh pejihad dari luar negeri yang datang ke Suriah untuk bertempur membantu ISIS.

Koalisi AS menyatakan telah melancarkan empat serangan udara dekat Raqqa pada Selasa (21/06), menghantam bangunan markas besar, pusat taktis, keuangan, serta merusak dua pompa minyak.

ISIS

Milisi ISIS di Raqqa mendapat tekanan dari pemerintah Suria yang didukung Rusia dan pejuang Kurdi dan Arab yang didukung AS.

Milisi ISIS di Raqqa dan Aleppo di bawah tekanan dari dua pihak yaitu, Rusia yang didukung oleh pasukan militer pemerintah Suria serta aliansi pejuang Kurdi dan Arab yang didukung oleh AS.

Pada Selasa, ISIS dilaporkan memukul mundur pasukan militer pemerintah sampai sekitar kota Tabqa, 40 km sebelah barat Raqqa, setelah dua hari bentrokan sengit yang menewaskan 40 prajurit pemerintah dan militant ISIS.

Pejuang Kurdi yang didominasi oleh Pasukan Demokrasi Suriah (PDS) sementara ini mengepung Manbij, 110 km sebelah barat laut.

Setidaknya tiga pelaku bom bunuh diri menyerang posisi PDS di luar kota pada Selasa, menurut Pengamat Suriah.

(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads