Enam orang tewas di Meksiko bagian selatan dalam kerusuhan antara guru-guru yang berunjuk rasa dengan polisi.
Sekitar 100 lainnya cedera, termasuk sejumlah aparat polisi.
Kekerasan terjadi di negara bagian Oaxaca menyusul penangkapan dua pemimpin serikat buruh yang berpengaruh pekan lalu karena tuduhan korupsi.
- Gembong narkotika Meksiko kembali ditangkap
- Tim forensik tak temukan jejak pembunuhan 43 mahasiswa Meksiko
- Demo menuntut penuntasan 43 mahasiswa Meksiko yang hilang

Polisi berupaya untuk membongkar penghalang jalan yang dibuat para pengunjuk rasa.
Para guru yang menjadi anggota serikat Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan atau CNTE -yang memiliki sejarah aksi radikal- menutup jalan-jalan di negara bagian itu sejak penangkapan kedua pemimpin mereka.
Pihak berwenang mengatakan polisi sedang berupaya membongkar barikade ketika beberapa pria bersenjata yang tidak dikenal melepas tembakan ke arah polisi dan pengunjuk rasa sehingga terjadi kekacauan dan bentrokan lebih lanjut.

Serikat guru CNTE menentang reformasi pendidikan yang diberlakukan tahun 2013 lalu.
Komisi Keamanan Nasional Meksiko dalam pernyataan awalnya mengatakan aparat polisi yang beroperasi di dekat kota Nochixtlan tidak membawa senjata api.
Namun belakangan, Kepala Kepolisian Federal, Enrique Galindon, menyebutkan unit bersenjata dikerahkan setelah tembakan diarahkan ke polisi dan pengunjuk rasa oleh 'orang-orang tidak dikenal' yang tidak terkait dengan unjuk rasa.
Serikat buruh CNTE menentang reformasi pendidikan yang diberlakukan Presiden Enrique Pena Nieto tahun 2013 lalu, yang antara lain akan menerapkan penilaian atas kinerja para guru.
(bag/bag)










































