
Gambar satelit mengisyaratkan juga lalu lalang kendaraan dan pembuangan air hangat.
Korea Utara diduga telah mulai menjalankan kembali fasilitas nuklirnya di Yongbyon, ungkap Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Reaktor nuklir Yongbyon memproses bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik dan merupakan sumber untuk plutonium dalam program senjata nuklir Korea Utara.
Reaktor ditutup pada tahun 2007, tetapi tahun lalu Pyongyang mengatakan bahwa reaktor itu dioperasikan lagi.
Sejak itu Korea Utara melakukan uji senjata nuklir yang keempat.

Sejak diusir dari Korea Utara, IAEA hanya bisa memantau kegiatan nuklir negeri itu lewat pengamatan satelit.
Ujicoba itu dan berbagai tes rudal beberapa waktu terakhir, melanggar sanksi internasional yang sedang berlaku dan memicu tindakan lebih lanjut dari PBB dan berbagai negara.
Gerak kendaraanIAEA tidak memiliki akses ke Korea Utara setelah diusir keluar pada tahun 2009, sehingga mengandalkan pemantauannya terutama pada data satelit.
Tapi kepala badan pengawas nuklir itu, Yukiya Amano, mengatakan gambar satelit baru-baru ini mengisyaratkan adanya 'kegiatan yang berkaitan dengan reaktor lima megawatt itu, perluasan fasilitas pengayaan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan."
Terlihat juga beberapa kendaraan bergerak di lokasi itu dan ada indikasi pembuangan air hangat, yang menyiratkan terjadinya proses pendinginan.
Pengamat Korea Utara lainnya juga mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini reaktor itu dijalankan lagi.
Pada kongres partai yang berkuasa baru-baru ini, pemimpin Korut Kim Jong-un menegaskan kebijakannya tentang pembangunan ekonomi yang dipadukan dengan program nuklir yang kuat.
(nwk/nwk)










































