
Negara bagian Kaduna di Nigeria memberlakuan status darurat sektor tomat menyusul serangan hama yang menghancurkan perkebunan tomat, demikian laporan media.
Serangga ngengat yang disebut Tomato Leaf Miner atau Tuta Absoluta telah menghancurkan 80% perkebunan tomat di negara bagian itu, kata Menteri Pertanian Ngeria Daniel Manzo Maigar.
Dia mengatakan sekitar 200 petani tomat kehilangan sekitar Pound 3.5 juta atau sekitar Rp60 miliar selama bulan lalu.
Harga sekeranjang tomat telah meningkat dari $1,20 atau sekitar Rp14 ribu menjadi lebih dari $40 atau sekitar Rp 520 ribu dalam tiga bulan terakhir.
- Mafia 'kuasai' bisnis tomat
- Argentina minta warganya kurangi konsumsi tomat
- Spanyol gelar tradisi lempar tomat berbayar
Di Nigeria, langkah pemberlakuan status darurat tomat ini untuk menunjukkan bahwa pemerintah telah mengambil tindakan drastis untuk menyelesaikan krisis tomat, kata wartawan BBC di Nigeria, Muhammad Kabir Muhammad.

Meme yang beredar di media sosial tentang krisis tomat di Nigeria.
Pemerintah Nigeria telah mengirim pejabat kementerian Pertanian untuk bertemu para ahli terkait penanganan hama ngengat tersebut.
Kaduna adalah negara bagian di wilayah utara Nigeria yang dikenal sebagai daerah penghasil tomat.
Industri saos tomat di negara bagian Kano utara, yang dimiliki orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, menghentikan produksinya pada awal bulan karena kurangnya pasokan tomat, demikian laporan Forbes .
Salah satu meme yang beredar di media sosial di Nigeria menggambarkan wajah muram warga Nigeria dan di sisinya festival tahunan di Spanyol yang memperlihatkan atraksi saling lempar tomat.
(nwk/nwk)










































