Coke mengatakan pemasok di Venezuela "sementara akan menghentikan operasi di tengah kekurangan bahan baku".
Pengumuman itu disampaikan setelah produsen bir terbesar terbesar di negara tersebut, Empresas Polar, menutup pabrik di tengah kekurangan pasokan gandum.
Ekonomi di Venezuela terpengaruh penurunan harga minyak yang tajam.
Seorang juru bicara Coca-Cola mengatakan perusahaan itu akan melanjutkan produksi minuman tanpa gula, seperti Coca-Cola Light (Diet Coke).
"Kami meminta kepada pemasok, otoritas pemerintah dan rekanan kami untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mendapatkan solusi yang tepat," kata dia.
- MA dukung Presiden Maduro berlakukan keadaan darurat
- Pertama kali dalam 20 tahun, harga BBM di Venezuela naik
Produksi tebu menurun di tengah pengendalian harga dan peningkatan biaya produksi, dan juga masalah penyediaan pupuk.
Akibatnya, banyak petani kecil yang beralih ke tanaman lain yang harganya tidak dikendalikan untuk mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi.
Produksi tebu di Venezuela pada 2016-2017 diperkirakan mencapai 430.000 ton, turun dari 450.000 ton dari 12 bulan sebelumnya, dan mengimpor 850.000 ton gula mentah dan halus, menurut data USDA.

Ekonomi yang menurun menyebabkan warga harus mengantre untuk membeli bahan pokok.
Masalah ekonomi membuat konsumen harus mengantri beberapa jam untuk membeli bahan makanan pokok.
Ekonomi Venezuela diperkirakan akan menurun 8% pada 2016 setelah jatuh sampai 5,8% pada tahun lalu.
Selama ini negara tersebut sangat tergantung pada minyak, dan anjloknya harga minyak dunia mendorong resesi di Venezuela.
Presiden Nicolas Maduro telah mengumumkan keadaan darurat dalam upaya untuk menangani krisis ekonomi.
Kritik menyebutkan kebijakan itu untuk meningkatkan kekuatan militer dan kekuasaannya.
Sementara itu, perusahaan pembuat ban Bridgestone mengatakan menjual usahanya di Venezuela, pada Senin lalu, setelah beroperasi di negara itu selama enam dekade.
Aset perusahaan yang berada di Venezuela akan dijual ke Grupo Corimon.
Perusahaan multinasional lain seperti Ford, Procter & Gamble dan Halliburton telah mengurangi investasi dan membatasi investasi mereka di Venezuela.
(nwk/nwk)










































