Pembakaran ini diketahui setelah perusahaan intelijen Amerika, Stratfor, mengeluarkan foto-foto satelit dan mengatakan aksi pembakaran besar kemungkinan dilakukan milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).
Kantor berita yang dijalankan ISIS tidak secara langsung menyatakan bertanggung jawab namun militer Rusia sejauh membantah klaim pembakaran helikopter dan truk mereka oleh ISIS.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan kerusakan pada helikopter dan truk tersebut adalah akibat dari pertempuran antara milisi ISIS dan tentara Suriah sebelum militer Rusia dikerahkan ke sana.
Wartawan bidang keamanan BBC, Frank Gardner, mengatakan terlepas siapa yang melakukan pembakaran, tak diragukan lagi ini adalah kerugian terbesar Rusia di Suriah.
Yang perlu dicermati sekarang, lanjut Gardner, adalah reaksi Rusia: apakah akan mengintensifkan keterlibatan mereka atau akan mengurangi intervensi. (bag/bag)











































