Keluarga Inggris yang Berencana Membawa Anak ke ISIS Dihukum

Keluarga Inggris yang Berencana Membawa Anak ke ISIS Dihukum

BBC World - detikNews
Selasa, 24 Mei 2016 16:40 WIB
Jakarta -
lorna moore

Lorna Moore disebutkan hakim, menyampaikan 'dusta demi dusta' di pengadilan, berusaha membawa tiga anaknya ke Suriah.

Ibu tiga anak, Lorna Moore dihukum dua setengah tahun karena tidak memberitahu pihak berwenang bahwa suaminya hendak bergabung dengan kelompok militan itu.

Suaminya Sajid Aslam, 34, adalah bagian dari jaringan luas yang menggalang relawan untuk bergabung ISIS pada tahun 2014.

Polisi mengatakan 12 warga kota Walsall pergi atau mencoba pergi ke Suriah tahun itu.

Dua orang yang berhasil sampai ke Suriah telah tewas, sedangkan keberadaan yang lainnya tidak jelas.

nash di turki

Alex Nash dan isterinya yang sedang hamil, Yousma, dihentikan polisi Turki pada 20 Januari, saat bermaksud pergi ke Suriah.

Dusta demi dusta

Ayman Shaukat, 28, dikenakan berbagai dakwaan dengan total hukuman penjara selama 10 tahun dengan kemungkinan diperpanjang lima tahun lagi karena membantu Aslam dan seorang mualaf, Alex Nash, 22, berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Nash, yang hanya berhasil mencapai Turki, dihukum lima tahun dengan kemungkinan hukuman tambahan satu tahun.

waisal shaukat

Waisal Shaukat, juga membantu orang-orang Inggris berangkat bergabung dengan ISSI di Suriah.

Lorna Moore, 34, perempuan asal Irlandia Utara yang belum lama masuk Islam, berencana membawa ketiga anaknya - termasuk bayi berumur 11 tahun ke kawasan perang.

Guru matematika itu duduk tanpa emosi di bangku terdakwa saat hakim menggambarkan dirinya memiliki pikiran yang sama seperti suaminya.

Hakim Charles Wide menyebut bahwa Moore 'tahu betul dedikasi suami(nya) pada terorisme.'

Ia menyebut, Moore sangat bermasalah karena terus menerus mengungkapkan 'dusta demi dusta' kepada juri dalam persidangan dan bukti-bukti yang diajukannya adalah 'omong kosong.'

Di waktu yang hampir bersamaan, sejumlah ibu hamil dari komunitas yang sama siap untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk melahirkan di wilayah yang dikuasai ISIS.

Kerry Thomason, 24, mengakui ikut mempersiapkan aksi terorisme dengan merencanakan untuk bergabung dengan suaminya, Yesaya Siadatan, di Suriah saat hamil anak ketiga mereka.

kerry Thomason

Kerry Thomason mengaku, suaminya mengancam akan mengirimkan orang untuk membunuh orang tuanya

Hakim menggambarkan Kerry Thomason sebagai orang yang 'naif'' dan dijatuhi hukuman percobaan dua tahun, setelah terungkap bahwa suaminya, Siadatan, mengancam untuk mengirim 'sel tidur' ISIS untuk membunuh orang tua Thomason.

Siadatan, 24, diyakini telah tewas pada musim panas 2015.

Orang pertama yang pertama dari kelompok West Midlands ini yang pergi ke Suriah adalah Jake Petty, mualaf berusia 25 tahun yang juga dikenal sebagai Abu Yaqoob al Britany.

Ibunya yang merupakan seorang penginjil Kristen, Sue Boyce, menangis tersedu ketika menceritakan bagaimana dia dulu memohon anaknya untuk tidak pergi, namun kemudian dia harus mengidentifikasi mayat putranya dari rekaman video di media sosial yang tewas pada Desember 2014.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads