
Pimpinan Reckitt Benckiser untuk Korea, Ataur Safdar, diserang anggota keluarga yang marah.
Perusahaan yang bermarkas di Inggris, Reckitt Benckiser, untuk pertama kalinya mengakui telah menjual produk penghilang kelembaban yang menewaskan warga Korea Selatan.
Pimpinan perusahaan itu untuk Korea, Ataur Safdar, diserang oleh anggota keluarga yang marah saat dia menyampaikan pernyataan maaf di sebuah hotel di Seoul, Senin 2 Mei.
Reckitt Benckiser adalah salah satu pihak yang produknya dianggap menyebabkan kematian dan mereka sudah menawarkan ganti rugi.
- Cina bantah bekas pabrik kimia sebabkan anak-anak sakit
- Hampir 100 orang tewas keracunan minuman keras di India
- Sejarah baru perusahaan kondom Durex
Sekitar 100 orang meninggal karena menghirup produk tersebut sementara ratusan lainnya dilaporkan cedera.

Ataur Safdar menyampaikan permintaan maaf di Seoul.
Reckitt Benckiser menarik produknya dari pasar setelah pemerintah Korea Selatan mengisyaratkan kaitan antara bahan kimia untuk mensterilkan penghilang kelembaban dengan gangguan kesehatan terhadap paru-paru pada tahun 2011.
"Ini adalah untuk pertama kalinya kami menyatakan tanggung jawab sepenuhnya, dan kami menawarkan permintaan maaf lengkap dan sepenuhnya. Kami terlambat, lima tahun sudah terlewatkan," kata Safdar.
Dia menambahkan perusahaan membentuk dana kemanusiaan bernilai jutaan dolar bagi para korban dan keluarga mereka.
Sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan hamil.
(nwk/nwk)










































