
Osama bin Laden, yang disebut-sebut memerintahkan penyerangan terhadap menara kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001, ditembak mati di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011.
Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dikritik sejumlah pengguna media sosial Twitter lantaran melontarkan serangkaian cuitan yang menggambarkan aksi aparat AS dalam membunuh Osama bin Laden, seolah-olah peristiwa lima tahun lalu itu sedang terjadi saat ini.
Dengan menggunakan tanda pagar #UBLRaid, CIA mengunggah cuitan menit per menit, termasuk foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sejumlah pejabat pemerintah AS saat menyaksikan penyerbuan pasukan AS ke kediaman Bin Laden di Abbotabad, Pakistan.

CIA mengunggah cuitan tentang Osama bin Laden.
"3:39 pm EDT - Usama Bin Ladin ditemukan di lantai tiga dan dibunuh #UBLRaid," sebut salah satu cuitan.
- Osama bin Laden 'tewas'
- Tujuh hal mengenai Osama bin Laden
- Wartawan investigasi tuding AS bohong soal Osama Bin Laden

Beberapa pengguna mengkritik cuitan CIA.
Namun, reaksi pengguna Twitter sebagian besar negatif. Salah seorang pengguna menyebut tindakan itu "menjijikkan dan memalukan".
Beberapa pengguna lainnya mengunggah foto yang sudah diedit, yang menggambarkan orang menaruh tangan di kepala.

Ada pula pengguna Twitter yang memuji CIA.
Osama bin Laden, yang disebut-sebut memerintahkan penyerangan terhadap menara kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001, ditembak mati di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011.
ISISSementara itu, Kepala CIA, John Brennan, mengatakan melumpuhkan pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, akan berdampak besar.
"Dia penting, dan kami akan menghancurkan ISIL, tiada keraguan dalam pikiran saya. Kami harus mencabut pimpinan yang mengarahkan sebuah organisasi untuk melancarkan serangan-serangan mengerikan ini," kata Brennan, merujuk kelompok ISIS dengan akronim berbeda.
"Jika kami menangkap Baghdadi, saya pikir dampaknya sangat besar terhadap organisasi tersebut dan itu akan dirasakan oleh mereka," kata Brennan, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Namun, menurutnya, ISIS bukan hanya organisasi melainkan juga fenomena.
"Kami tidak cuma melihatnya di Suriah dan Irak, kami melihatnya di Libia, Nigeria, dan negara-negara lain. Kami akan tetap sangat fokus dalam menghancurkan semua elemen organisasi ini," tandasnya.
(nwk/nwk)










































