
Mohammed Ali Ahmed (kiri), Zakaria Boufassil dan Soumaya Boufassil di pengadilan.
Dua pria dan seorang perempuan dihadirkan di pengadilan di Inggris dengan tuduhan memasok uang kepada 'lelaki bertopi' yang dicurigai terlibat dalam serangan teroris di Brussels dan Paris.
Mohammed Ali Ahmed dan Zakaria Boufassil, keduanya 26 tahun, dituduh memberi uang kepada Mohamed Abrini sebesar 3 ribu poundsterling (sekitar Rp 57 juta) ketika ia berada di Birmingham, Inggris bulan Juli tahun lalu.
- Pascaserangan bom, sebagian bandara di Brussels 'siap dibuka' kembali
- Satu lagi tersangka utama Paris 'ditangkap' di Belgia
- Abdeslam 'pelaku' bom Paris dapat diekstradisi
Keduanya muncul bersama Soumaya Boufassil, 29 tahun, yang dituduh mengumpulkan uang untuk keperluan terorisme bersama dengan Ahmed.
Ketiganya berasal dari Small Heath, hadir di Pengadilan Westminster, London.
Soumaya Boufassil -yang memakai burka- dan kedua pria hanya berbicara untuk memastikan rincian identitas mereka.
Birmingham
Pria bertopi yang dicurigai mengotaki serangan di Brussels.
Ahmed adalah seorang warga negara Inggris, sedangkan Boufassil dan kakaknya Soumaya Boufassil, merupakan keturunan Belgia-Maroko.
Mereka selama ini tinggal di Birmingham, Inggris.
Ahmed dan Zakaria Boufassil dituduh melakukan pelanggaran dalam UU Terorisme Inggris berupa pengaturan untuk menyediakan uang untuk orang lain yang mereka ketahui akan dipergunakan untuk keperluan terorisme.
Ketiganya ditangkap pada tanggal 14 dan 15 April serta tetap ditahan dan dijadwalkan untuk menjalani proses pengadilan pada tanggal 13 Mei.
Arbini, 31 tahun, warga Belgia asal Maroko, berada dalam tahanan di Belgia dengan tuduhan kaitan dengan serangan terhadap bandara Zaventem di Brussels bulan Maret lalu yang menewaskan 16 orang.
Ia juga dalam pencarian sehubungan dengan serangan bulan November di Paris yang menewaskan 130 orang.
(nvc/nvc)










































