Mengenang Bencana Nuklir Terburuk di Chernobyl

Mengenang Bencana Nuklir Terburuk di Chernobyl

BBC World - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 04:11 WIB
Mengenang Bencana Nuklir Terburuk di Chernobyl
Foto: BBC World
Jakarta -
Chernobyl

Dalam kecelakaan nuklir 26 April 1986 itu, 31 pekerja dan petugas pemadam kebakaran tewas.

Presiden Ukrainia, Petro Poroshenko, menghadiri peringatan 30 tahun bencana Chernobyl, yang merupakan bencana nuklir terburuk di dunia.

Melelehnya reaktor nuklir karena terlalu panas membuat atapnya terlempar sehingga awan radioaktif menyebar ke sebagian wilayah Ukraina dan ke perbatasan Belarus.

Dalam kecelakaan nuklir pada tanggal 26 April 1986 itu, 31 pekerja dan petugas pemadam kebakaran tewas namun beberapa bulan -dan bahkan beberapa tahun- setelah kecelakaan, ribuan orang menderita penyakit akibat terpapar radioaktif.

Para keluarga korban menyalakan lilin di sejumlah gereja sementara di ibu kota Kiev, Presiden Poroshenko meletakkan karangan bunga dan memimpin hening cipta selama satu menit.

Chernobyl

Beberapa bulan dan beberapa tahun setelah kecelakaan, ribuan orang menderita penyakit akibat terpapar radioaktif.

Dari Kiev, dia kemudian menuju ke reaktor nuklir -yang terletak tidak jauh dari perbatasan Belarus- untuk menghadiri upacara peringatan.

Salah seorang pekerja di Chernobyl pada masa kecelakaan -ketika Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet- Vasyl Markin ikut dalam doa bersama di kota Slavutych, yang dibangun untuk menampung para pekerja yang sebelumnya tinggal di dekat bekas reaktor nuklir.

Chernobyl

Bencana nuklir terburuk dunia ini tak bisa dilupakan oleh Vasyl Markin.

"Tragedi ini akan tetap bersama kami sampai akhir hayat. Saya tidak akan bisa melupakannya," tuturnya.

Beberapa orang yang dulu tinggal di kawasan sekitar reaktor nuklir -yang sudah terlantar- mendatangi kembali tempat tinggal mereka menjelang peringatan ini.

Penelitian mengungkapkan di perbatasan Ukraina dan Belarus, masih ditemukan bayi yang lahir cacat akibat radioaktif sementara tingkat warga yang menderita kanker juga masih tinggi.

(imk/imk)


Berita Terkait