Assad mengatakan hal ini menunjukkan keberhasilan strategi pihak militer.
- Pasukan pemerintah Suriah 'merebut kembali' kota Palmyra
- Konflik Suriah: AS dan Rusia targetkan draf konstitusi pada Agustus
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengucapkan selamat kepada Assad, kata juru bicara Kremlin.
Kremlin mengatakan Presiden Suriah mengetahui operasi Palmyra "tidak akan mungkin dilakukan tanpa dukungan Rusia".
Tentara Suriah telah melakukan pertempuran darat selama beberapa hari, didukung oleh serangan udara Rusia.
Sumber militer mengatakan pasukan tentara sekarang "mengontrol penuh" wilayah itu.
ISIS menguasai kota yang menjadi situs Warisan Budaya UNESCO dan kota modern tersebut pada Mei 2015 lalu.
Organisasi pemantau Suriah Syrian Observatory for Human Rights, yang berbasis di Inggris, mengatakan masih ada pertempuran senjata di bagian timur kota itu, tetapi pasukan ISIS telah terdesak di arah timur. (nwk/nwk)











































