Presiden Obama mengucapkan hal itu sesudah pembicaraan dengan Presiden Mauricio Macri.
Ditandaskan Presiden Amerika Serikat itu berkas-berkas militer dan intelijen dari masa itu akan dibuka kerahasiaannya untuk pertama kalinya.
Obama tiba di Argentina setelah kunjungan bersejarah tiga hari di Kuba.
Presiden Argentina Mauricio Macri mengatakan, kunjungan Obama menandai awal 'suatu hubungan baru yang dewasa dan intelek' antara kedua negara.'
Nenek Plaza De Mayo temukan anak 119 yang diculik militer Argentina
Videla, bekas diktator Argentina wafat
'Babak paling gelap'
Obama mengungkapkan, langkahnya membuka berkas rahasia tahun 1970an akan memndorong perbaikan hubungan kedua negara.
"Kami bertekad sepenuhnya untuk melakukan bagian kami, seiring upaya Argentina untuk menyembuhkan luka dan melangkah sebagai sebuah bangsa, dan saya harap langkah ini juga membantu membangun lagi sikap saling percaya yang mungkin sudah hilang antara kedua negara."
Kehadiran Obama di Argentina bertepatan dengan ulang tahun ke-40 kudeta militer, yang digambarkan Presiden Macri sebagai "babak paling gelap dalam sejarah kita."

Diplomasi Tango: Obama menari tango dalam kunjungannya di Argentina.
Beberapa kelompok pegiat HAM dijadwalkan menggelar unjuk rasa terkait dukungan pemerintah Amerika kepada kudeta militer 24 Maret tahun 1976.
Sekitar 30.000 orang diperkirakan tewas selama periode junta militer, yang berlangsung hingga tahun 1983.
Ribuan orang lainnya ditahan secara tak sah dan disiksa dalam apa yang dikenal sebagai "Perang Kotor".
Jenderal Jorge Rafael Videla, yang memimpin kudeta, meninggal di penjara pada 2013, saat menjalani hukuman untuk dakwaan pelanggaran hak asasi manusia.
Obama mengatakan kebijakan luar negeri AS telah belajar dari kesalahan masa lalu, termasuk keterlibatannya dalam kudeta Argentina.
"Saya akan mengunjungi kawasan peringatan untuk para korban kediktatoran Argentina," katanya.

Jorge Rafael Videla, memimpin kudeta militer yang berbuah sebuah junta militer dengan kekejaman paling brutal dalam sejarah.
Di sisi lain, Obama memuji reformasi yang diterapkan pemerintah kanan tengah Macri sejak berkuasa, Desember lalu.
Sebelumnya, Argentina menanda-tangani perjanjian dengan lembaga-lembaga keuangan AS untuk menyelesaikan sengketa 15 tahun terkait utang negeri itu senilai miliaran dolar.
Presiden sebelumnya, Christina Fernandez menolak berunding dengan apra investor, menuding mereka sebagai 'burung-burung nazar dunia keuangan." (nvc/nvc)











































