
Tiga kandidat presiden Myanmar (dari kiri ke kanan): Htin Kyaw, Henry Van Thio, dan Myint Swe.
Parlemen Myanmar bersiap menggelar pemilihan presiden, yang dua dari tiga kandidatnya berasal dari kalangan sipil, pada Selasa (15/03) waktu setempat.
Tiga kandidat yang sudah disodorkan majelis rendah, majelis tinggi, dan fraksi militer ialah Htin Kyaw, Henry Van Thio, dan Myint Swe.
Sejauh ini, kandidat yang diunggulkan adalah Htin Kyaw, sekutu dekat pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi.
Suu Kyi sendiri tidak bisa menjabat presiden mengingat dalam Konstitusi Myanmar terdapat Pasal 59F yang secara eksplisit melarang kandidat presiden memiliki anak kandung berkewarganegaraan lain.
Sekadar catatan, Suu Kyi menikah dengan ilmuwan berkewarganegaraan Inggris, mendiang Michael Aris. Kedua putra mereka pun berpaspor Inggris.
Koresponden BBC di Myanmar, Jonah Fisher, melaporkan bahwa NLD telah bernegosiasi dengan kubu militer selama berminggu-minggu untuk mengamandemen Pasal 59F dalam Konstitusi. Namun, upaya itu tidak menemui hasil. Militer berkeras bahwa Aung San Suu Kyi tidak bisa menjabat presiden.
Bagaimanapun, Aung San Su Kyi telah menegaskan bahwa dirinya akan memimpin Myanmar, terlepas siapa yang menjadi presiden.
Di parlemen, NLD menduduki mayoritas kursi. Dari 440 kursi di majelis rendah, sebanyak 255 kursi dikuasai NLD. Dominasi NLD juga tampak di majelis tinggi, dengan menguasai 135 kursi dari 224 kursi.

Myanmar dikuasai junta militer selama beberapa dekade.
Kondisi di Kota Yangon menjelang pemilihan presiden berlangsung tenang, sebagaimana dikatakan Yaspita Febriyani, diplomat Indonesia di Myanmar.
"Rakyat Myanmar antusias menunggu siapa pemimpin baru mereka. Namun, suasana di sini tenang dan kondusif, tiada penjagaan khusus dan besar-besaran di Yangon" ujar Yaspita kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Meski demikian, Yaspita mengaku tidak tahu situasi di Naypyidaw, ibu kota Myanmar, tempat parlemen dan kantor-kantor pemerintahan ditempatkan.

Htin Kyaw merupakan sekutu dekat pemimpin NLD, Aung San Suu Kyi.
- Htin Kyaw - NLD, dinominasikan oleh majelis rendah parlemen. Seorang penulis berusia 70 tahun dan sahabat dekat pemimpin NLD, Aung San Suu Kyi.
- Henry Van Thio - NLD, dinominasikan oleh majelis tinggi parlemen. Berasal dari etnik minoritas Chin dan merupakan sekutu Aung San Suu Kyi.
- Myint Swe dinominasikan militer. Pensiunan jenderal berusia 64 tahun dan merupakan sekutu dekat mantan pemimpin militer, Than Shwe.











































