
Jika terbukti bersalah, terdakwa diancam hukuman maksimal delapan tahun penjara.
Pengadilan atas lima orang yang dituduh mendapatkan dan mengungkapkan dokumen rahasia Vatikan digelar kembali, Senin 14 Maret waktu Italia.
Dua wartawan Italia diadili bersama dengan tiga mantan pejabat Vatikan, yang dituduh memberikan dokumen-dokumen tersebut.
Sidang ini sempat ditunda selama tiga bulan karena para ahli komputer berupaya untuk mendapatkan kembali email dan pesan telepon genggam.
- Bendahara Vatikan akui tak tindaklanjuti pelaporan kasus pelecehan seks
- Surat-surat 'intim' Paus Yohannes Paulus II dan seorang perempuan
- Lima orang diadili karena kebocoran dokumen Vatikan
Dua kardinal dan seorang uskup agung rencananya akan memberikan kesaksian dalam pengadilan ini.

Francesca Chaouqui pernah bekerja sebagai penasihat hubungan masyarakat Vatikan.
Kedua wartawan, Emiliano Fittipaldi dan Gianluigi Nuzzi, menulis sebuah buku yang menggambarkan Vatikan dilanda salah kelola, ketamakan, dan korupsi.
Adapun ketiga terdakwa lain adalah Francesca Chaouqui -mantan penasehat hubungan masyarakat Vatikan- dan seorang pastor asal Spanyol, Lucio Vallejo Balda, serta asistennya, Nicola Maio.
Ketiganya disebut memiliki akses atas dokumen bersangkutan karena merupakan anggota dari komisi yang dibentuk Paus Fransiskus untuk membersihkan masalah keuangan di Vatikan, tak lama setelah dia terpilih sebagai pemimpin umat Katolik tahun 2013 lalu.
Jika terbukti bersalah maka kelima terdakwa terancam hukuman penjara maksimal sampai delapan tahun.
(nwk/nwk)










































