
Ribuan dokumen berlogo ISIS muncul di dunia maya.
Tiga nama pelaku serangan teror simultan Paris muncul di berkas dokumen kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS yang bocor, ungkap media Jerman.
Ketiganya adalah Samy Amimour, dan Omar Ismail Mostefai, yang melancarkan serangan di Teater Bataclan -serangan paling mematikan yang menewaskan 90 orang.
Berkas ISIS berbahasa Arab yang diperoleh media Jerman, Inggris dan oposisi Suriah, disebutkan mengidentifikasi ribuan orang yang direkrut sebagai pejihad dari setidaknya 40 negara.
Menteri dalam negeri Jerman mengatakan, berkas-berkas itu dapat diasumsikan asli.

Samy Amimour

Foued Mohamed Aggad

Omar Ismail Mostefai
Sekitar 22.000 pejihad dilaporkan diidentifikasi oleh dokumen itu, dengan setiap berkas berisi nama nama, alamat, nomor telepon dan informasi lain tentang pejihad yang direkrut.
Berkas-berkas berisi ribuan identitas pendukung ISIS mulanya muncul di laman berita asal Qatar, Zaman Al-Wasl. Salah satu dokumen adalah tentang seorang warga Jerman yang "ingin menjadi pengebom bunuh diri."
- Mendagri Jerman: Dokumen-dokumen berlogo ISIS bisa diasumsikan asli
- Ada warga Indonesia dalam dokumen berlogo ISIS
- Dokumen identitas pendukung ISIS diselidiki di Jerman
- Penyerang teror Bataclan diidentifikasi polisi
- Sosok Bahrun Naim tersangka otak serangan Jakarta
Media Jerman yang memperoleh berkas-berkas itu adalah media elektronik WDR dan NDR, serta harian Sueddeutsche Zeitung.
WDR menyebut, berkas-berkas itu mengisyaratkan bahwa ketiga penyerang Paris masuk ke kawasan yang dikuasai ISIS pada 2013 dan 2014.

Dalam dokumen ISIS itu juga ditemukan sejumlah nama pejihad asal Indonesia.
Dokumen itu juga menyebut sejumlah orang Indonesia yang menjadi pejihad ISIS.
Antara lain disebutkan seorang bernama Abu Zalfa al-Indonesi.
Kebanyakan pejihad asing yang bergabung dengan kelompok ekstrem di Timur Tengah, memang menggunakan nama Arab, diimbuhi nama negara di belakangnya.
Karenanya, nama seperti Abu Zalfa al-Indonesi -atau Abu Zalfa dari Indonesia, tak akan bisa ditemukan dalam catatan kependudukan di kelurahan atau kecamatan tempat asalnya di Indonesia.

Polisi meyakini, otak serangan teror jalan Thamrin, Jakarta, adalah Bahrun Naim yang bergabung dengan ISIS di Suriah.
Pejihad yang dituding otak serangan Thamrin beberapa waktu lalu, Bahrun Naim di Suriah dikenal sebagai Abu Aisyah Al-Indonesi.
Pejihad dari Belanda di dokumen itu, misalnya, Abu Jihad al-Hollandi, adalah remaja Amsterdam asal Maroko yang nama aslinya Achraf Bouamran.
(nwk/nwk)










































