Hassan Hanafi membantu kelompok militan itu mengidentifikasi sasaran-sasaran di kalangan jurnalis antara tahun 2007-2011.
Dia bergabung dengan al-Shabab setelah bekerja di Radio Andalus, yang merupakan corong al-Shabab di Somalia.
Lembaga pegiat wartawan, Komite Perlindungan Jurnalis, CPJ, mengatakan sejak tahun 2007 lalu sebanyak 25 jurnalis dibunuh di negara itu.
Hakim Hassan Ali dalam sidang di ibu kota Mogadishu mengatakan bukti-bukti memperlihatkan Hanafi memiliki peran kunci sebagai dalang dalam pembunuhan beberapa wartawan.
Eksekusi atas Hanafi akan dilakukan oleh regu tembak, sama seperti eksekusi atas terpidana al-Shabab lainnya dalam beberapa tahun belakangan.
Setelah mendengarkan vonis dia mengatakan, "Saya tidak peduli jika kau membunuh saya. Kau akan melihat apakah memang pembunuhan akan berhenti setelah kematian saya," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Hanafi ditangkap polisi pada tahun 2014 ketika dia melarikan diri ke negara tetangga Kenya dan diekstradisi ke Somalia.
(hri/hri)










































