Polisi Brasil Buru Manajer Kampanye Presiden Dilma Roussef terkait Korupsi

Polisi Brasil Buru Manajer Kampanye Presiden Dilma Roussef terkait Korupsi

BBC World - detikNews
Selasa, 23 Feb 2016 10:10 WIB
Polisi Brasil Buru Manajer Kampanye Presiden Dilma Roussef terkait Korupsi
Foto: BBC World
Jakarta -
Polisi Brasil

Penyelidikan atas skandal korupsi di Petrobras telah berlangsung selama dua tahun.

Polisi Brasil mengeluarkan surat penangkapan manajer kampanye Presiden Dilma Roussef, Joao Santana, terkait tuduhan korupsi.

Kepala Kepolisian Brasil, Filipe Pace, mengatakan Santana dan istrinya menerima sekitar Rp93 triliun dari sebuah perusahaan konstruksi, Odebrecht, di sejumlah rekening yang tidak diungkapkan di Panama.

Santana, yang dilaporkan berada di Republik Dominika, belum memberikan komentar.

Dia merupakan manajer kampanye yang dianggap berhasil saat pencalonan Presiden Roussef dan presiden sebelumnya, Luiz Inacio Lula da Silva.

Surat penangkaan ini merupakan langkah terbaru polisi dalam penyelidikan besar atas suap dan korupsi di perusahaan minyak negara, Petrobras.

Dilmar Rouseff

Skandal korupsi Petrobras terjadi saat Presiden Dilma Rouseff memimpin perusahaan minyak negara tersebut.

Odebrecht merupakan salah satu perusaan yang paling banyak mendapat keuntungan dari kontrak-kontrak dengan Petrobras sepanjang dekade lalu.

Awal Februari, salah seorang mantan direktur perusahaan Petrobras, Jorge Zelada, diganjar hukuman 12 tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan pencucian uang dan korupsi.

Skandal korupsi di Petrobras menjadi perhatian meluas masyarakat Brasil yang beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa, yang sempat menuntut agar Presiden Dilma Rouseff mundur karena dugaan korupsi terjadi ketika Rouseff menjadi pimpinan di Petrobras.

Jaksa penuntut menduga sebagian dari uang tersebut mengalir ke dana kampanye Partai Pekerja dan sekutunya, namun dibantah oleh para terpidana maupun pihak partai.

Penyelidikan atas skandal Petrobras ini telah berlangsung selama dua tahun dengan lebih dari 100 orang ditahan, antara lain politikus, mantan pejabat Petrobras, dan beberapa pengusaha.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads