Banyak kuil yang didedikasikan untuk kera putih bertubuh manusia ini di berbagai pelosok India.
Departemen Pekerjaan Umum di distrik Rohtas mengatakan, kuil itu mengganggu lalu lintas dan harus dipindahkan. Surat panggilan itu ditempelkan ke patung sang dewa Hanuman di kuil itu.
Namun, seperti dilaporkan situs India Today dan Hindustan Times, hal itu membangkitkan kemarahan para anggota Bajrang Dal -sebuah organisasi Hindu militan- serta kaum buruh yang tergabung dalam Partai Bharatiya Janata yang berhaluan Hindu kanan menuntut dicabutnya surat panggilan pengadilan itu.
Beberapa waktu lalu, pihak berwenang India dihebohkan oleh adanya kartu pengenal biometrik, seperti KTP, untuk Hanoman.
Kartu tersebut dilengkapi dengan foto Hanoman yang mengenakan perhiasan emas, mutiara, dan mahkota, dilengkapi nomor telepon genggam dan sebuah alamat di negara bagian Rajashtan.

Tukang pos berupaya untuk menyampaikan kartu Hanoman ke alamat tertulis.
Kasus terungkap ketika seorang tukang pos harus menyampaikan kartu itu namun tidak menemukan Hanoman di alamat yang dimaksud.
Ketika dia melihat lebih saksama, barulah disadarinya bahwa kartu pengenal itu hanya lelucon saja namun tidak diketahui pindaian mata dan sidik jari siapa yang ditaruh di kartu.
Kartu itu menyebut Hanoman sebagai putra Pawan-ji karena dalam mitologi Hindu, dia dikenal sebagai putra Pawan, (nwk/nwk)











































