Macan tutul jantan berusia delapan tahun itu masuk ke sebuah sekolah di Bangalore pada 7 Februari lalu dan melukai beberapa orang sebelum dilumpuhkan dengan obat bius.

Petugas memeriksa kandang setelah macan tutul 'penyerang' lepas, Minggu (14/02).
Dia kemudian dibawa ke Taman Nasional Bannerghatta untuk mendapat perawatan namun Minggu (14/02) lepas dari kandangnya, menurut pihak berwenang.
Ditambahkan agar masyarakat umum tidak usah panik.
"Itu hanya mitos kalau macan tutul bisa berubah menjadi pemakan manusia. Itu merupakan pengecualian yang amat jauh. Dalam hal ini, tidak ada alasan untuk khawatir," kata Ravi Ralph, pejabat urusan satwa liar di Karnataka kepada wartawan BBC Hindu, Imran Qureshi.
Bagaimanapun sebagai tindakan berjaga-jaga, penjaga hutan mulai mengunjungi kampung-kampung di sekitar taman nasional untuk memberi saran agar warga jangan panik.

Polisi dan petugas memerlukan waktu sekitar 12 jam untuk menangkapnya.
Macan tutul itu lepas ketika petugas membuka kandang untuk memberinya makan dan kemungkinan pintu kandang tidak dikunci kembali dengan baik.
"Jadi kami sudah memerintahkan penyelidikan. Seharusnya kita akan tahu rinciannya dalam waktu dua atau tiga hari," tambah Ralph.
Ketika masuk ke sebuah sekolah pekan lalu, polisi dan petugas memerlukan waktu sampai sekitar 12 jam untuk menangkapnya. (nwk/nwk)











































