Dapat Ancaman Pembunuhan, Suu Kyi Dilindungi Polisi Myanmar Pertama Kali

Dapat Ancaman Pembunuhan, Suu Kyi Dilindungi Polisi Myanmar Pertama Kali

BBC World - detikNews
Jumat, 12 Feb 2016 13:53 WIB
Dapat Ancaman Pembunuhan, Suu Kyi Dilindungi Polisi Myanmar Pertama Kali
Foto: BBC World
Jakarta - Polisi Myanmar untuk pertama kalinya memutuskan memberikan perlindungan kepada Aung San Suu Kyi menyusul munculnya sebuah ancaman pembunuhan.

Seorang kepala polisi mengatakan kepada BBC Burma bahwa sebuah unit khusus ditugaskan untuk melindungi Aung San Suu Kyi, pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang baru saja memenangkan pemilu di Myanmar yang sebelumnya dikenal sebagai Burma.

Ancaman itu muncul terkait kemungkinan perubahan konstitusi yang memungkinkan Suu Kyi menjadi presiden.

Orang yang melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Suu Kyi sudah meminta maaf tapi ancaman yang dimunculkan dalam sebuah unggahan Facebook itu ditanggapi serius.

"Begitu saya membaca posting itu, saya langsung memerintahkan polisi setempat untuk menangani keamanan dia (Aung San Suu Kyi)," kata kepala polisi kepada BBC.

Sampai saat ini, Suu Kyi dilindungi oleh petugas keamanannya sendiri, yang masih akan terus melakukan tugasnya. Unit polisi itu akan bertugas memberi perlindungan ekstra di luar rumahnya.

Ancaman terhadap hidup Suu Kyi muncul sesudah pemenang Nobel Perdamaian itu dilaporkan bermaksud menghapus klausul dalam konstitusi yang melarangnya menjabat presiden karena dua anaknya memiliki paspor asing.

Di laman Facebooknya, pria itu memampang foto dirinya membawa senapan serbu, dan mengatakan akan membunuh Suu Kyi jika konstitusi diubah.

Wartawan BBC Myanmar Jonah Fisher melaporkan, Suu Kyi berencana untuk mengarahkan para anggota parlemen dari partainya untuk menangguhkan sementara pasal-pasal itu.

Ia juga dilaporkan terus berunding dengan pimpinan militer Jenderal Min Aung Hlaing, yang ia butuhkan dukungannnya.

Klausul itu bisa diubah melalui 75% plus satu suara di parlemen, tetapi militer memegang 25% kursi parlemen - semuanya dijatahkan, bukan diperoleh melalui Pemilu.

Ayah Suu Kyi, pahlawan nasional Jenderal Aung San, dibunuh pada tahun 1947, beberapa bulan sebelum negara itu merdeka. (nwk/nwk)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini