Chris Christie Mundur dari Pemilihan Presiden AS

Chris Christie Mundur dari Pemilihan Presiden AS

BBC World - detikNews
Kamis, 11 Feb 2016 11:53 WIB
Jakarta - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Chris Christie, mundur dari pemilihan presiden setelah hasil yang mengecewakan dari pemilihan pendahuluan di New Hampshire.

Sang Gubernur New Jersey telah menghabiskan banyak uang dan berkampanye paling lama di negara bagian itu, namun ia tetap hanya bisa menempati posisi enam.

Christie bergabung dengan mantan eksekutif teknologi Carly Fiorina, yang juga mundur dari pemilihan setelah gagal dalam perjuangannya mengumpulkan suara di Iowa dan New Hampshire.

Christie mendapat pujian atas penampilannya dalam debat dan diyakini telah menumpulkan momentum Marco Rubio.

Perolehan suara Rubio naik setelah pencapaian baik di Iowa, namun Christie dengan efektif menggambarkan sang senator Florida sebagai "bocah dalam gelembung" yang terlalu berhati-hati dan kata-katanya terlalu disiapkan.

Christie dikenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan dan agresif. Slogan kampanyenya ialah: "Katakan apa adanya."

Namun, Christie segera dilampaui Donald Trump, yang menjadi pembicaraan dan menarik perhatian banyak orang dengan kepribadian yang rusuh serta pernyataan kontroversial tentang imigran dan perdagangan.

"Selagi berkampanye saya berusaha menegaskan apa yang selalu saya percaya bahwa mengatakan apa yang Anda pikirkan itu penting, bahwa pengalaman itu penting, bahwa kompetensi itu penting dan akan selalu penting untuk memimpin negara kita ini," kata Christie dalam pernyataan resmi pada Rabu kemarin (10/12).

Carly Fiorina juga memutuskan mengakhiri kampanye pada Rabu kemarin, setelah berjuang berbulan-bulan.

"Meski saya menghentikan pencalonan saya hari ini, saya akan terus berkeliling negeri ini dan berjuang untuk warga Amerika yang menolak menerima begitu saja apa yang terjadi dan status quo yang tidak lagi cocok bagi mereka," ujarnya dalam pernyataan.

Mantan pemimpin eksekutif Hewlett Packard itu sempat melejit ke puncak popularitas di partai Republik setelah rangkaian penampilan yang kuat dalam debat.

Kampanyenya berusaha menarik perhatian pemilih partai Republik yang jelas menginginkan kandidat dari luar lembaga politik, namun perolehan suaranya segera turun dan tidak naik lagi.

Keluarnya Christie dan Fiorina menyisakan tujuh kandidat yang memperebutkan tiket calon presiden partai Republik.

. (nvc/nvc)



Berita Terkait