
Christiane Taubira dilaporkan sering mengadapi ketegangan dengan PM Manuel Valls.
Menteri Kehakiman Prancis, Christiane Taubira, mengundurkan diri menjelang debat di parlemen tentang pencabutan kewarganegaraan atas orang-orang yang terbukti terlibat terorisme.
Taubira dikenal menentang rancangan undang-undang yang kontroversial tersebut.
Usulan pencabutan kewarganegaraan itu diajukan setelah rangkaian serangan teroris di Paris pada 13 November yang menewaskan 130 orang.
"Kadang bertahan adalah melawan dan kadang melawan adalah meninggalkan," tulisnya dalam pesan Twitter.
Politikus sayap kiri tersebut -yang merupakan pendukung kuat legalisasi perkawinan kaum gay- selama ini dilaporkan sering menghadapi ketegangan dengan Perdana Menteri Manuel Valls, yang beraliran politik kanan-tengah.
Dia akan diganti oleh Jean-Jacques Urvoas.
RUU pencabutan kewarganegaraan diharapkan pemerintah Prancis bisa meningkatkan keamanan mengingat ratusan warga negara Prancis, banyak di antaranya yang memiliki kewarganegaraan ganda, bergabung dengan kelompok militan Negara Islam atau ISIS di Irak maupun Suriah.
Pemerintah rencananya juga akan memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan yang akan berakhir pada 26 Februari walau mendapat penentangan dari para pegiat hak asasi.
(nwk/nwk)










































