Jaksa penuntut di Rumania akan melakukan penyelidikan kriminal atas mantan wakil perdana menteri karena dugaan menggunakan pengawalan bermotor secara berlebihan.
Berdasarkan undang-undang Rumania, hanya presiden, perdana menteri, dan dua ketua parlemen yang bisa menggunakan pengawalan bermotor, sedangkan para menteri hanya dalam kepentingan darurat.
Namun jaksa menuduh Gabriel Oprea menggunakan pengawalan bermotor polisi dengan rata-rata lima kali dalam sehari, antara Januari 2014 hingga November 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oprea mundur dari kursi wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri pada November 2015, namun masih menjabat senator sehingga penyelidikan atasnya memerlukan persetujuan dari parlemen.
Dia sudah menegaskan menegaskan tidak bersalah.
Pernyataan dari jaksa penuntut menyebutkan adanya penyalahgunaan sumber daya polisi lalu lintas yang seharusnya digunakan untuk membantu mengurangi kemacetan di ibukota Bukares.
Sebaliknya, menurut jaksa, polisi digunakan untuk membantu perjalanan pejabat yang tidak berhak untuk mendapatkannya.
Masalah pengunaan pengawalan bermotor Oprea yang berlebihan ini muncul ke permukaan setelah salah seorang polisi pengawalnya tewas karena sepeda motornya menabrak lobang di jalanan pada Oktober lalu.
Mundurnya Oprea dari jabatan wakil perdana menteri terkait dengan kebakaran di sebuah klub malam di Bukares tahun lalu, yang menewaskan 27 orang, dan memicu kemarahan umum.










































