Prancis Pertahankan Status Darurat Sejak Serangan November

Prancis Pertahankan Status Darurat Sejak Serangan November

BBC World - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2016 12:48 WIB
Jakarta -

Berkat status darurat itu, kepolisian memiliki kewenangan untuk menggelar penggerebekan dan menempatkan seseorang sebagai tahanan rumah.

Prancis akan terus memberlakukan status darurat hingga perang total dan global melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) selesai, kata Perdana Menteri Prancis Manuel Valls kepada BBC.

Status darurat diterapkan setelah serangan ISIS di Paris pada 13 November lalu dan diperpanjang sampai tiga bulan. Berkat status darurat itu, kepolisian memiliki kewenangan untuk menggelar penggerebekan dan menempatkan seseorang sebagai tahanan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara dengan koresponden BBC, Lyse Doucet, di World Economic Forum di Davos, Swiss, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan status itu akan tetap diberlakukan mengingat Prancis dalam kondisi perang yang memungkinkan aparat menggunakan semua cara dalam demokrasi di bawah aturan hukum untuk melindungi rakyat Prancis.

Ketika ditanya seberapa lama status darurat diterapkan, Valls mengatakan: "Sampai selama yang dibutuhkan. Kita tidak bisa hidup senantiasa dalam status darurat. Selama ada ancaman, kita harus menggunakan segala cara," kata Valls.

Menurutnya, ISIS harus dimusnahkan di Afrika, Timur Tengah, dan Asia. "Yang kita hadapi dengan terorisme adalah perang total dan global. Perang yang kita lakukan harus dilakukan secara total, mendunia, dan tanpa ampun."

Status darurat diterapkan setelah serangan ISIS di Paris pada 13 November lalu dan diperpanjang sampai tiga bulan.

Β 

Pada Rabu (20/1), sebuah organisasi hak asasi manusia di Prancis menyerukan agar status darurat dicabut karena status darurat dinilai seharusnya hanya bisa berlaku jangka pendek dan langkah itu sangat menganggu kebebasan pribadi.

"Saya pikir kami telah beradaptasi dengan baik terhadap ancaman. Tipe analisis seperti ini selalu mengagetkan saya. Apakah Anda sadar ada sebanyak 130 orang yang menjadi korban meninggal dunia?"

Migrasi

Selain berbicara soal status darurat, Valls juga mengingatkan bahwa krisis migrasi di Eropa saat ini menempatkan Eropa dalam bahaya besar.

Valls mengatakan Eropa tidak bisa menerima semua pencari suaka melarikan diri dari apa yang disebutnya peperangan buruk di Irak dan Suriah.

"Jika tidak, masyarakat kita akan sama sekali tidak stabil," katanya.

Lebih dari sejuta migran, sebagian besar dari mereka adalah pencari suaka, tiba di Eropa tahun lalu.

(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads