Bom di ibukota Mesir, Kairo, menewaskan enam orang, termasuk tiga polisi, menjelang peringatan mulainya unjuk rasa yang belakangan berhasil menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februai.
Ledakan terjadi ketika aparat keamanan sedang menggrebek sebuah apartemen yang diyakini menjadi tempat persebunyian seorang militan di kawasan pemukiman Al-Haram, Giza, yang dekat dengan piramida.
Kementrian Dalam Negeri Mesir langsung menuding pekaku serangan adalah kelompok Ikhwanul Muslimin walau belum ada pengakuan dari kelompok tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Kelompok ini menggunakan apartemen di Kairo dan Kamis malam, polisi menggrebek apartemen, tempat mereka menemukan sejumlah bom kasar," seperti pernyataan Kementrian Dalam Negeri dalam halaman Facebook.
Ditambahkan ketika tim penjinak bom berupaya mengendalikan salah satu bom, terjadi ledakan yang menewaskan tiga polisi, seorang warga sipil, dan dua orang lain yang belum diidentifikasi sementara sekitar 13 lainnya cedera.
Militan Islam di Mesir meningkatkan serangannya atas tentara dan polisi setelah militer menjatuhkan Presiden Mohammed Morsi yang didukung Ikhwanul Muslimin pada tahun 2013 lalu.
Wilayah Al-Haram dikenal sebagai tempat tinggal sejumlah simpatisan Presiden Morsi dan menjadi tempat bentrokan antara aparat keamanan setelah jatuhnya presiden yang terpilih lewat pemilihan umum tersebut.











































