
Lim Hyeon-soo sudah beberapa kali ke Korea Utara untuk kegiatan kemanusiaan sebelum ditangkap.
Seorang pastor Kanada yang bulan lalu dihukum kerja paksa seumur hidup di Korea Utara menuturkan kehidupannya di penjara.
Kepada stasiun TV, CNN, Lim Hyeon-soo menjelaskan bahwa dia menghadapi kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kerja fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan seorang buruh jadi kerja buruh amat berat awalnya. Namun saya sekarang sudah terbiasa," jelasnya dalam Bahasa Korea uang diterjemahkan kepada CNN.
Wawancara berlangsung di sebuah hotel di ibu kota Pyongyang dan pastor Lim dibawa ke hotel dengan menggenakan pakaian seragam penjara berwarna abu-abu dengan nomor 036 tertulis di bagian depan.
Pengadilan tertinggi Korea Utara menghukumnya dengan kerja paksa seumur hidup karena 'kejahatan terhadap negara'.

Lim Hyeon-soo saat diinterogasi secara terbuka di Pyongyang pada 30 Juli lalu, tak lama setelah ditangkap.
Pastor berdarah Korea Selatan ini -yang berasal dari Toronto- ditangkap di Pyongyang setelah mengunjungi negara itu untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan.
Tidak ada rincian tentang dakwaan atasnya, namun dia menduga terkait dengan kritik terbukanya atas tiga generasi pemimpin Korea Utara.
"Saya mengakui saya melanggar otorita pemerintah, sistem, dan ketertiban," jelasnya dalam wawancara yang disiarkan Senin 11 Januari.
Lim menambahkan dia mendapat makan tiga kali sehari dan pemeriksaan kesehatan secara teratur.











































