
Polisi Jerman mengawasi di sekitar Stasiun Cologne.
Jerman harus meninjau lagi aturan mengenai pendeportasian warga asing yang terbukti melakukan kejahatan menyusul serangan seksual di Kota Cologne pada malam Tahun Baru, menurut Kanselir Angela Merkel.
Dia menegaskan bahwa pertanda yang jelas harus dikirim ke mereka yang tidak siap mematuhi hukum Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah aksi kriminal memuakkan yang Jerman tidak akan terima. Perasaan yang dialami perempuan dalam kasus ini, berada dalam belas kasihan orang dan tanpa perlindungan orang, tidak bisa ditoleransi oleh saya secara pribadi."
"Itulah mengapa penting bahwa semuanya yang terjadi di sana dibawa ke permukaan. Kami harus meninjau ulang dan berulang apa yang kami telah lakukan, apa yang diperlukan untuk mendeportasi dari Jerman," papar Merkel.
Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, mengatakan pendeportasian amat mungkin terjadi bagi setiap warga asing yang terlibat dalam penyerangan.
Kepada grup surat kabar Funke, Maas menyebut hukum di Jerman mengizinkan seorang pencari suaka dideportasi selama proses pengajuan suaka jika dia divonis penjara selama setahun atau lebih.
Β
Identitas penyerang
Sekelompok pria telah melakukan penyerangan terhadap sejumlah perempuan secara massal di Kota Cologne, pada malam Tahun Baru.
Tiga tersangka telah diidentifikasi, kata dia, namun belum ada penangkapan.
Menurut beberapa saksi mata, para penyerang memiliki ciri-ciri Arab atau Afrika utara.
Hal ini memunculkan kegelisahan mengingat lebih dari satu juta migran dan pencari suaka masuk ke Jerman sepanjang tahun lalu.











































