Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengutuk keras Korea Utara setelah melakukan uji nuklir, yang merupakan uji keempat sejak 2006.
Dewan Keamanan mengatakan uji tersebut jelas merupakan "ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional".
Uji ledakan ini, kata Dewan Keamanan, jelas merupakan pelanggaran atas resolusi PBB dan berjanji akan merumuskan sanksi lanjutan terhadap Pyongyang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah di Pyongyang pada Rabu (06/01) mengumumkan telah meledakkan bom hidrogen pertama mereka, yang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan uji bom atom sebelumnya.
Namun sejumlah ahli meragukan klaim Korea Utara dengan mengatakan negara ini belum memiliki kemampuan menggelar uji ledakan bom hidrogen.

Presiden Dewan Keamanan, Elbio Rosselli, memberikan pernyataan di New York, soal klaim uji bom hidrogen oleh Korea Utara.
Sementara itu di Washington, juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan bahwa analisis awal memperlihatkan inkonsistensi atas klaim Korea Utara.
Ia mengatakan Korea Utara akan mengalami isolasi lebih jauh jika terus melakukan "langkah-langkah provokatif", termasuk di antaranya dengan melakukan uji penembakan rudal balistik.
Ditambahkannya penasehat keamanan nasional Susan Rice tengah membahas respons Washington dengan para pejabat tinggi Cina.










































