Delapan penambang yang terperangkap selama lima hari setelah kecelakaan tambang runtuh di China ditemukan hidup, demikian dilaporkan media pemerintah.
Tim penyelamat menggunakan kamera inframerah untuk melakukan pencarian dalam kegelapan di tambang yang rusak. Kamera menemukan penambang yang masih hidup melambaikan tangan mereka.
Sejauh ini, tim penyelamat belum mampu membebaskan korban, tapi telah membuat kontak dan mengirimkan perbekalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain delapan korban selamat tersebut, tujuh telah diselamatkan dan satu orang diketahui telah meninggal. Adapun sembilan penambang belum ditemukan.
Bongkahan batu runtuh di tambang gipsum, di Provinsi Shandong pada Jumat (25/12). Reruntuhan batu begitu keras sampai terdeteksi di pusat pemantauan gempa China.
Ma Congbo, ketua perusahaan Yurong yang memiliki tambang, bunuh diri dengan melompat ke sumur tambang pada hari Minggu (27/12), lapor kantor berita China Xinhua.
Motif bunuh diri Ma belum jelas, tapi pemerintah China telah memperberat hukuman bagi pengusaha yang dipandang lalai.
China punya sejarah panjang kecelakaan industri. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah longsor yang disebabkan limbah konstruksi di China selatan. Bencana itu mengakibatkan puluhan orang hilang dan diduga tewas.
Tambang milik negara telah lama menjadi yang paling mematikan di dunia, tetapi perbaikan keamanan telah mengurangi kematian dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu, 931 orang tewas dalam kecelakaan tambang di seluruh China. Angka tersebut secara signifikan lebih sedikit dari tahun 2002 ketika hampir 7.000 penambang tewas. (nwk/nwk)










































