Donald Trump akan Habiskan Rp27,3 Miliar Seminggu untuk Kampanye

Donald Trump akan Habiskan Rp27,3 Miliar Seminggu untuk Kampanye

BBC Magazine - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 18:21 WIB
Jakarta -

Β 

Kandidat terdepan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan ia berencana membelanjakan US$2m (Rp27,3 miliar) seminggu untuk iklan kampanye.

Trump menuturkan, ia akan memasang iklan "besar-besaran" di Iowa, New Hampshire, dan South Carolina menjelang pemilihan penyisihan kandidat pada Februari.

Sementara itu mantan Gubernur New York, George Pataki, dilaporkan telah menyatakan berhenti dari pemilihan presiden partai Republik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para wartawan mengatakan ia gagal membuat pengaruh dalam jajak pendapat.

Trump, taipan properti, sebelumnya mengatakan ia mendanai kampanyenya sendiri dan tidak akan berada dalam saku pelobi atau perusahaan besar. Dia juga menegaskan bahwa ia menghabiskan sangat sedikit uang untuk kampanye sejauh ini, tapi ia tetap memimpin.

"Saya akan membelanjakan minimal $2 juta minggu dan mungkin akan jauh lebih banyak," kata Trump dalam siaran di CNN.

"Saya akan memasang iklan di Iowa, New Hampshire, South Carolina, dan mereka akan menjadi sangat besar."

Β 

Kampanye Trump sejauh ini ditandai serangkaian pernyataan kontroversial.

Awal bulan ini, ia menyebut kandidat terdepan partai Demokrat Hillary Clinton telah "ditampar" Barack Obama pada pemilihan tahun 2008. Trump menggunakan istilah vulgar bahasa Yiddi yang berarti penis.

Ia menuturkan bahwa ia merujuk kekalahan Hillary Clinton dari Obama - yang saat itu menjabat sebagai senator - dalam pemilihan penyisihan kandidat partai Demokrat.

Ia juga menyerukan larangan masuk Amerika Serikat bagi umat Islam, menyusul serangan mematikan di California yang dilakukan sejumlah Muslim radikal.

Sang miliarder, yang tidak memiliki pengalaman politik, memimpin jajak pendapat nasional pemilih partai Republik, dan memimpin perolehan suara di beberapa negara bagian.

Kontes penyisihan kandidat dimulai Februari tahun depan, dan pemilihan presiden akan diselenggarakan pada November.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads