
Chicha bertemu dengan wanita yang diduga merupakan cucunya pada hari Kamis (24/12) lalu.
Β
Seorang aktivis Argentina berusia 92 tahun yang menghabiskan hampir setengah hidupnya mencari cucunya yang hilang perlu melanjutkan pencariannya setelah kasus kesalahan identitas.
Maria Isabel Mariani, yang dikenal sebagai Chicha, mengumumkan pada hari Kamis (24/12) bahwa ia akhirnya bertemu cucunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi seorang jaksa yang bekerja pada kasus tersebut mengatakan bahwa wanita yang dikenalkan kepada Mariani sebagai cucunya ternyata adalah orang yang salah.
Pengumuman pada hari Kamis dielu-elukan sebagai kemenangan lain untuk kelompok kampanye Grandmothers of the Plaza de Mayo atau para Nenek dari Plaza de Mayo, yang dibentuk untuk menyatukan kembali keluarga dengan anak-anak mereka yang hilang.
Bahkan Presiden Argentina Mauricio Macri merayakan berita tersebut di akun Twitter-nya.
Tapi dua hari kemudian tes DNA yang dirilis menunjukkan bahwa wanita yang dianggap Maria Mariani sebagai cucunya ternyata bukan cucunya.

Chicha sebelumnya mengepalai Grandmothers of de Plaza Mayo.
Β
Pukulan berat
"Tidak ada persamaan genetik antara Mariani dan wanita yang diduga merupakan cucunya," kata jaksa Pablo Parenti, Kepala Unit Kejaksaan Agung untuk Kasus Anak.
Mariani, yang saat ini nyaris buta, terpukul kata juru bicara Anahi Foundation Juan Martin Ramos Padilla.
"Ini pukulan berat bagi Chicha," katanya, seraya menambahkan bahwa Chicha bertekad untuk melanjutkan pencarian cucunya.
"Dia berusia 92 tahun dan akan terus mencari cucunya. Kami hanya berharap dia dapat menemukannya," ujar Padilla.
Chicha mendirikan organisasi sendiri yakni Anahi Foundation, yang terdiri dari salah satu nama cucunya, setelah dia mengundurkan diri sebagai presiden dari Grandmothers of the Plaza de Mayo pada tahun 1989.











































