Â
Sejumlah demonstrasi dilakukan grup pembela hak-hak warga kulit hitam, Black Lives Matter, di negara bagian Minnesota dan California, di salah satu hari tersibuk di Amerika.
Para demonstran di Minnesota menutup sementara salah satu bandara internasional dan mengganggu aktivitas belanja jelang hari Natal di pusat perbelanjaan terbesar di Amerika, Mall of America.
Polisi dan satpam mal langsung dikerahkan untuk menghadapi pengunjukrasa. Mereka diperingatkan "akan ditahan" jika tidak segera meninggalkan mal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Sejumlah toko bahkan tutup selama sekitar satu jam.
Black Lives Matter di Minnesota melakukan protes atas penembakan seorang lelaki kulit hitam, Jamar Clark, November lalu.
Â
Clark ditembak mati oleh polisi Minnesota, karena melakukan perlawanan ketika akan ditahan, setelah adanya laporan kekerasan yang diduga dilakukan Clark.
Demo di California
Selain di Minnesota, demonstrasi serupa juga terjadi di California.
Foto-foto yang diunggah para pendemo di media sosial, memperlihatkan mereka memegang spanduk dan poster yang meminta ditegakkan keadilan terhadap Mario Woods.

Penembakan terhadap warga kulit hitam oleh aparat telah lama menjadi isu di AS.
Â
Woods juga ditembak mati oleh polisi setelah diduga menusuk seorang korban di San Francisco.
Harian San Francisco Chronicle menyebut delapan demonstran yang berusaha menutup salah satu jalan di selatan Bandara internasional San Francisco, telah ditahan polisi.

Demo diperkirakan menghambat perjalanan warga yang ingin libur Natal.
Â
Black Lives Matter adalah organisasi yang dibentuk sebagai protes terhadap berbagai aksi penembakan yang dilakukan polisi terhadap lelaki kulit hitam di Ferguson, Missouri, New York dan berbagai kota lainnya.











































