Jumlah migran yang menyeberang ke Eropa, baik melalui darat maupun laut, menembus satu juta, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), hari Selasa (22/12).
Jumlah tersebut dicapai pada hari Senin (21/12) ketika IOM mencatat jumlah migran yang masuk benua ini mencapai 1.005.504 orang, yang mencakup orang-orang yang masuk ke Eropa melalui enam negara, yaitu Yunani, Bulgaria, Italia, Spanyol, Malta, dan Siprus.
Mereka rata-rata berasal dari Suriah, Irak, dan Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, 455.000 di antaranya berasal dari Suriah, sementara jumlah pendatang dari Afghanistan sekitar 186.000 orang.
Pengetatan perbatasan
IOM juga mencatat 3.695 orang tewas atau hilang ketika berupaya memasuki Eropa.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, migran yang masuk ke Eropa pada 2015 mengalami peningkatan empat kali lipat, yang membuat beberapa negara anggota Uni Eropa mengetatkan perbatasan, termasuk dengan mendirikan pagar, padahal ada aturan bebas perbatasan di organisasi kerja sama regional tersebut.
Pekan lalu Uni Eropa menandatangani kerja sama dengan badan perbatasan Frontex untuk menempatkan lebih banyak petugas di Yunani, salah satu pintu masuk utama migran ke Eropa.
Biasanya begitu masuk ke Yunani, para pendatang meneruskan perjalanan ke utara melalui negara-negara Balkan dan kemudian masuk ke Eropa barat.
Namun sekarang Macedonia tidak memberi akses masuk orang-orang yang bukan berasal dari zona perang.











































