
Polisi Korea Selatan memerintahkan Han Sang-Gyun untuk menyerahkan diri, kalau tidak ia 'akan dijemput paksa'.
Polisi di Korea Selatan menggelar operasi untuk menangkap pemimpin serikat buruh yang mencari perlindungan di satu wihara Buddha.
Ratusan anggota polisi terlihat mengepung Wihara Jogye, di ibu kota Seoul, hari Rabu (09/12) dan mereka telah mengeluarkan surat perintah agar pemimpin serikat buruh tersebut, Han Sang-Gyun, menyerahkan diri Rabu sore waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batas akhir untuk menyerahkan diri kini sudah terlewati dan para biksu serta anak-anak muda Buddha kini membentuk barisan di depan wihara, kata kantor berita AFP.
Unjuk rasa
Para biksu di wihara ini sudah menegaskan bahwa penggerebekan oleh polisi adalah persekusi agama.
Pemimpin biksu di wihara ini menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
"Kami akan menyelesaikan masalah Han ini hingga Kamis siang. Saya minta polisi dan serikat buruh untuk berhenti mengambil tindakan dan memberi kesempatan kepada kami untuk mencari jalan keluar," kata Biksu Jaesung kepada para wartawan di kompleks wihara.
Aparat keamanan ingin menangkap Han Sang-Gyun, yang berlindung di wihara setelah ambil bagian dalam unjuk rasa antipemerintah besar-besaran tiga pekan silam.
Han Sang-gyun menghadapi dakwaan memicu kekerasan.










































