Untuk kali pertama sejak konflik Suriah pecah empat setengah tahun lalu, kelompok-kelompok oposisi dijadwalkan menggelar pertemuan di Arab Saudi, hari Selasa (8/12).
Mereka akan duduk bersama untuk membahas kemungkinan menyatukan berbagai faksi yang ingin melengserkan Presiden Bashar al-Assad.
Konferensi yang digelar di Riyadh ini juga bertujuan untuk membentuk front bersatu untuk berunding dengan pemerintah Suriah jika suatu saat nanti terlaksana perundingan perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kelompok Kurdi di Suriah tidak diundang dan sebaliknya menggelar pertemuan terpisah.
Pertemuan di Arab Saudi tidak mengundang kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan Front Nusa yang berafiliasi dengan al-Qaeda.

Presiden Assad bersikukuh tidak mau mundur dan menegaskan ia pemimpin sah di Suriah.
Β
Sejumlah negara besar dalam pertemuan di Wina menghendaki perundingan resmi digelar antara pemerintah Suriah dan kubu oposisi sebelum Januari 2016.
Perpecahan di kalangan oposisi ini menghambat upaya diplomasi. Akan tetapi Iran, yang turut berunding di Wina dan mendukung Presiden Assad, mengatakan pertemuan di Riyadh dapat menghambat rencana perundingan damai.











































