
Kaum perempuan memakai masker saat melaukan olahraga sehari-hari di tengah-tengah menebalnya kabut asap karena polusi di Beijing.
Sekolah-sekolah di Beijing akan ditutup dan pembangunan di luar ruang akan dihentikan setelah ibu kota negara China itu mengeluarkan "peringatan bahaya merah" pertama karena tingginya tingkat kabut asap.
Peringatan bahaya merah merupakan peringatan tingkat tertinggi dan belum pernah dikeluarkan sebelumnya, lapor kantor berita milik pemerintah Xinhua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan dengan nomor polisi ganjil dan genap akan dilarang dikemudikan pada hari-hari yang bergantian.
Peringatan ini muncul saat China, pembuat polusi terbesar di dunia, ikut ambil bagian dalam perundingan mengenai emisi karbon di Paris.
Tingkat polisi di Beijing saat ini sebenarnya lebih rendah daripada minggu lalu, namun peringatan bahaya merah itu dikeluarkan karena tingkat polusi yang diduga akan terjadi pada beberapa hari mendatang ini.
Perintah ini berlaku mulai pukul 7.00 waktu setempat pada hari Selasa (8/12) sampai pukul 12.00 hari Kamis (10/12), ketika cuaca dingin diharapkan akan datang dan membersihkan kabut asap.
Saluran TV China, CCTV, melaporkan pada akhir pekan bahwa di sebagian daerah di Beijing jarak pandang hanya mencapai 200 meter.
(nwk/nwk)











































