
Sogokan mempengaruhi satu dari lima orang di Afrika, kata Transparency International.
Survei terbaru menunjukkan, eksekutif bisnis ialah kelompok paling korup di Afrika setelah perwira polisi.
Ini pertama kalinya survei tahunan menempatkan para pengusaha sebagai "sangat korup," kata Transparency International.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaum miskin yang paling terkena dampaknya, karena mereka hampir dua kali lebih mungkin membayar sogokan dibanding kaum berada.
Lebih dari 43 ribu orang di 28 negara di selatan gurun Sahara benua Afrika diwawancarai untuk People and Corruption: African Survey 2015.
Survei yang dilaksanakan Transparency International bersama kelompok riset Afrobarometer itu menghasilkan sejumlah temuan menarik, antara lain:
-kira-kira 75 juta orang di Afrika membayar uang sogokan pada tahun ini;
- Liberia ialah negara paling korup di Afrika; Botswana, Mauritius, dan Cape Verde, ialah negara Afrika dengan tingkat korupsi terendah;
- dan pemimpin agama serta pemimpin masyarakat tradisional adalah kelompok paling sedikit korup di Afrika.
(nwk/nwk)











































