Sekolah di ibu kota China, Beijing, diperintahkan untuk tetap menempatkan para murid di dalam ruang kelas karena tetap tingginya tingkat polusi udara.
Polusi naik sampai 35 kali lebih tinggi dari batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Status di Beijing masuk kategori "waspada oranye" dalam tiga hari terakhir, tingkat tertinggi kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terjadi sementara Presiden Xi Jinping menghadiri konferensi iklim Paris, Prancis.
Batu bara yang digunakan pabrik China dan untuk memanaskan rumah, adalah penyebab utama kabut asap yang makin memburuk karena kelembaban dan kelangkaan angin.
Bulan November yang cukup dingin juga meningkatkan pembakaran batu bara baik di rumah pribadi maupun pembangkit listrik. Sebagian besar pasokan listrik China berasal dari pembangkit tenaga batu bara.
"Pemerintah seharusnya menangani polusi, jadi kami ingin melihat hasilnya. Jika dalam beberapa tahun keadaan tidak berubah, kami akan mempertimbangkan untuk pindah," lapor kantor berita Associated Press yang mengutip Yin Lina, seorang wanita yang harus membawa anak perempuannya ke rumah sakit.
(nwk/nwk)











































