
Presiden Macky Sall mengatakan burka tidak sesuai dengan budaya Senegal dan Islam yang toleran.
Senegal merencanakan untuk melarang rencana penggunaan burka yang menutup seluruh wajah selain mata sebagai upaya untuk mengatasi aksi jihad.
Menteri Dalam Negeri Senegal, Abdoulaye Daouda, mengatakan rencana itu sebaiknya tidak dilihat sebagai anti- Islam mengingat sebagian besar warga Senegal memeluk agama Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Presiden Macky Sall -yang beragama Islam- menyerukan peperangan melawan militan Islam.
Dia juga mengatakan burka tidak sesuai dengan budaya Senegal dan Islam yang toleran yang dijalankan oleh umat Islam di negara itu.
Chad, Gabon, dan Congo-Brazzaville juga mengumumkan larangan yang sama sementara Kamerun memberlakukannya untuk wilayahnya di sebelah utara.
Semua negara tersebut merupakan bekas koloni Prancis, yang memicu kontroversi ketika pertama kali memberlakukan larangan pemakaian burka di tempat-tempat umum.
Chad dan Kamerun menjadi sasaran serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok militan Islam Boko Haram yang para anggotanya kadang mengenakan burka jika memasuki tempat-tempat umum yang padat.
Senegal sendiri sampai saat ini belum menderita serangan militan Islam namun dua pekan lalu pihak berwenang mengatakan dua ulama ditangkap karena diduga memiliki kaitan dengan kelompok militan.
(nwk/nwk)











































