
Marmer putih Taj Mahal perlahan menguning karena polusi.
Mahkamah Agung India memerintahkan pemindahan krematorium di dekat Taj Mahal untuk melindungi monumen tersohor itu dari polusi.
Pengadilan bertindak setelah hakim memperingatkan asap krematorium bisa merusak makam yang dibangun pada abad ke-17 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan meminta pemerintah Negara Bagian Uttar Pradesh memindahkan krematorium tradisional atau membangun krematorium bertenaga listrik sebagai gantinya.
Kepala advokat pemerintah negara bagian setuju dengan rencana ini.
"Ini adalah saran yang baik dan saya setuju dengan keputusan hakim," kata Vijay Singh Bahadur, seperti dilaporkan Indian Express. "Beri saya dua minggu dan saya akan kembali ke pengadilan ini dengan solusi."
Namun, staf krematorium membantah tuduhan pencemaran.
"Minyak samin, kapur barus, pasta cendana dan kotoran sapi yang digunakan dalam pembakaran malah memperkaya lingkungan," kata manajer Sanjay Singh kepada Times of India.
Taj Mahal dibangun Kaisar Shah Jahan pada 1653 sebagai makam untuk istri kesayangannya, Mumtaz Mahal, yang meninggal ketika melahirkan anak ke-14 mereka.
Struktur kubah marmer putih dan menara yang dihiasi dengan batu mulia serta ukiran dianggap sebagai contoh terbaik dari seni peninggalan Kesultanan Mughal di India.
Pada tahun 1983, Taj Mahal dinobatkan Badan Pendidikan dan Pengetahuan PBB (Unesco) sebagai situs Warisan Dunia dan menarik jutaan pengunjung setiap tahun.
Tetapi monumen itu juga harus bertahan dari polusi kota industri Agra yang sibuk serta kilang minyak di dekatnya.
Selama bertahun-tahun, marmer putih yang berkilauan perlahan-lahan menguning.
(nwk/nwk)











































