
Pimpinan NLD, Aung San Suu Kyi, menghadiri rapat parlemen pertama setelah pemilu 8 November.
Parlemen Myanmar melakukan rapat pertama setelah dilakukannya pemilihan umum lebih seminggu lalu, tetapi anggota parlemen yang baru terpilih tidak ikut serta.
Anggota yang kehilangan kursi tetap akan berkantor sampai masa jabatan habis pada akhir bulan Januari 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan tidak ada satu tempatpun di dunia dimana terjadi kesenjangan waktu yang begitu besar antara pemilu dengan pembentukan pemerintahan baru.
Tetapi hal ini tidak menghilangkan optimisme anggota parlemen oposisi.
"Kami telah menjalani banyak keadaan sulit. Ini tidak terlalu membuat sakit kepala NLD," kata Win Htein seperti dikutip kantor berita Associated Press.
Selama masih menjabat, para anggota parlemen tetap dapat meloloskan produk hukum.
Setelah tanggal 31 Januari 2016, dua partai terbesar di majelis tinggi dan rendah, yaitu NLD, bersama-sama militer akan mengusulkan tiga calon, salah satunya akan menjadi presiden terpilih, dua lainnya wakilnya. Presiden kemudian akan membentuk kabinet.
Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden karena menikah dan memiliki anak warganegara asing.
(nwk/nwk)











































