Pimpinan militer Myanmar berjanji akan bekerja sama dengan pemerintahan baru negara itu, setelah dilaksanakannya pemilihan umum bersejarah pada hari Minggu 8 November.
Min Aung Hlaing mengatakan militer akan "melakukan yang terbaik dalam bekerja sama dengan pemerintahan baru selama periode pasca pemilu".
Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi akan mencatat mayoritas, menguasai sekitar 80% kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilu akhir minggu lalu adalah untuk pertama kalinya Myanmar mengadakan pemilu secara terbuka dalam 25 tahun.
NLD menang meyakinkan pada tahun 1990, tetapi hasil pemilu ini dianulir dan Suu Kyi dikenai tahanan rumah.
Presiden Thein Sein dan Min Aung Hlaing telah mengirim ucapan kepada Suu Kyi terkait kinerja partainya dalam pemilu, meskipun belum secara resmi menyatakan kalah.
Lebih 47% suara telah dihitung sampai sejauh ini, dan pada Kamis (12/11) pagi NLD dilaporkan memerlukan 38 kursi lagi untuk mencapai mayoritas.
(nwk/nwk)











































