Hasil pemilu sementara di Myanmar menunjukkan partai oposisi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memimpin perolehan suara dan ada kemungkinan berdampak positif terhadap kawasan Asia Tenggara.
Kartini Aboo Talib, pengamat politik dari Universitas Kebangsaan Malaysia menuturkan jika partai NLD memang pada akhirnya menang, secara sepintas akan menunjukkan kawasan Asia Tenggara menjadi semakin demokratis.
Kemungkinan besar investor asing di Myanmar akan meningkat, yang akan membuat ASEAN semakin maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan Aung San Suu Kyi juga boleh dikaitkan dengan tentara memberi haluan (jalan) kepadan Aung San Suu Kyi," kata Kartini.
Dan besarnya pengaruh militer ini yang masih belum bisa diketahui.
Pengaruh terhadap Indonesia
Sedangkan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Indonesia, Edi Yusup, berpendapat masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan mengenai pemilu Myanmar, terutama mengenai dampaknya terhadap Indonesia.
"Kan kita belum tahu siapa yang menang. Memang penghitungan suara sementara mengatakan NLD mencapai 75% tapi kan proses pengambilan keputusan kita belum tahu sebenarnya bagaimana ke depan," kata Edi.
Pemilu Myanmar digelar hari Minggu (08/11) dan diikuti oleh lebih dari 90 partai.
Sekitar 30 juta orang terdaftar dalam pemilu yang dinilai paling terbuka dalam dua puluh lima tahun terakhir ini.
Direncanakan hasil pemilu secara resmi akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.
Kalau pun NLD dinyatakan menang, pemimpin mereka Aung San Suu Kyi tidak akan bisa menjadi presiden karena konstitusi melarang siapa pun yang punya anak hasil perkawinan dengan warga asing menjadi pemimpin negara.
Aung San Suu Kyi memiliki suami warga Inggris yang meninggal dunia karena kanker.











































