1 Juta Muslim Tak Punya Hak Pilih: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Soal Pemilu Myanmar

1 Juta Muslim Tak Punya Hak Pilih: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Soal Pemilu Myanmar

BBC World - detikNews
Senin, 09 Nov 2015 20:41 WIB
Jakarta -

Biksu Buddha sukup berpengaruh dalam politik di Myanmar.

#TrenSosial: Pemilihan umum di Myanmar sedang berlangsung, tetapi apa pentingnya? Dan mengapa kita harus peduli?

Berikut BBC Indonesia merangkum 10 hal yang perlu Anda ketahui dalam pemilu di negara itu:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Myanmar, yang juga dikenal dengan Burma, memiliki populasi sekitar 55 juta dan berbatasan dengan Cina, India, Thailand, Bangladesh dan Laos.

2. Pemilu yang berlangsung Minggu (08/11) adalah pemilu multipartai pertama sejak 1990. (Ada pemilu pada 2010, tetapi kaum oposisi memboikotnya).

3. Lebih dari satu juta Muslim Rohingya hidup di Myanmar, tetapi mereka tidak memiliki hak pilih. Dokumen identitas mereka tidak diakui.



4. Banyak orang berharap Liga Nasional Demokrasi (NLD) - partai yang diusung mantan tahanan politik Aung San Suu Kyi - memenangkan sebagian besar kursi. Suu Kyi meraih Nobel Perdamaian pada 1991 atas komitmennya untuk perubahan yang damai.

5. Suu Kyi secara konstitusional tidak diperbolehkan menjadi kandidat presiden karena dua anak laki-lakinya berkewarganegaraan Inggris, bukan Myanmar. Aturan ini menurut Suu Kyi tidak adil. Partainya tentu saja tidak memiliki kandidat alternatif, namun Suu Kyi mengatakan dia akan berada di atas presiden jika NLD menang.

Aung San Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden karena terhalang konstitusi.

Β 

6. Tidak akan ada kandidat Muslim di dua partai besar NLD mengakui bahwa mereka membatalkan pencalonan Muslim karena ada tekanan dari kelompok Buddhis nasionalis.

7. Ada berbagai konflik komunal antara kelompok Buddhis and Muslim dalam beberapa tahun terakhir. Prinsip antikekerasan menjadi salah satu inti utama ajaran Buddha dan agama lain, tetapi para Biksu sering dituduh menggunakan ujaran kebencian terhadap Muslim dan ikut dalam aksi kekerasan yang menewaskan puluhan.

Β 

8. Myanmar berada dalam masa kediktatoran militer selama hampir 50 tahun dan militer masih diberikan 25% kursi di parlemen. Jumlah yang signifikan karena cukup untuk melakukan veto dalam segala perubahan konstitusi.

9. Posisi presiden tidak dipilih secara langsung oleh rakyat tetapi dipilih secara tidak langsung oleh parlemen - sebuah proses yang kompleks yang akan berakhir dengan dua kamar dan militer memilih tiga kandidat.

10. Pemenang akan menjadi presiden dan di posisi kedua akan menjadi wakil, namun butuh sekitar tiga bulan untuk Electoral College mengumumkan keputusannya.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads